Perbedaan Fiksi Ilmiah dan Fiksi Realistik: Mana yang Lebih Memikat?

4 perbedaan pada Karya Tulis Fiksi dan Non-Fiksi

Siapa yang tidak pernah terpukau oleh dunia fiksi? Dari planet-planet jauh hingga kehidupan sehari-hari yang terasa begitu akrab, buku‑buku fiksi menawarkan pelarian sekaligus cermin bagi jiwa kita. Nah, di antara sekian banyak genre, ada dua yang sering bikin pembaca bertanya-tanya: apa sih perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik? Kedua genre ini tampak berlawanan—satu melambung ke luar angkasa, yang lain menapak di trotoar kota. Namun, bila ditelusuri lebih dalam, ternyata ada banyak nuansa menarik yang membuat masing‑masing genre punya keunikan tersendiri.

Artikel ini bakal mengupas tuntas perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik dengan gaya bahasa santai, friendly, dan sedikit bumbu playful. Mulai dari cara penulis membangun dunia, jenis konflik yang diangkat, sampai contoh karya Indonesia yang bisa menjadi referensi. Jadi, siapkan secangkir kopi, dan mari kita selami bersama!

Jika Anda suka membaca dan ingin tahu lebih banyak tentang cara literasi berkembang di era digital, cek juga Festival Literasi Digital Indonesia 2026 – Panduan Lengkap & Seru! untuk inspirasi tambahan.

Perbedaan Fiksi Ilmiah dan Fiksi Realistik yang Harus Kamu Tahu

4 perbedaan pada Karya Tulis Fiksi dan Non-Fiksi
4 perbedaan pada Karya Tulis Fiksi dan Non-Fiksi

Berbeda dengan genre lain yang biasanya berfokus pada satu dimensi cerita, perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik terletak pada tiga pilar utama: latar (setting), logika (science vs. realita), dan tujuan pesan. Mari kita bongkar satu per satu dengan contoh-contoh yang gampang dipahami.

Setting: Antara Dunia Futuristik dan Realitas Sehari-hari

  • Fiksi Ilmiah menempatkan pembacanya di dunia yang biasanya belum ada atau masih dalam tahap konsepsi ilmiah. Bisa berupa koloni di Mars, robot dengan AI super, atau jaringan internet yang terintegrasi langsung ke otak.
  • Fiksi Realistik tetap berpegang pada dunia yang kita kenal: kota, desa, kantor, atau bahkan rumah tinggal. Konflik biasanya terjadi dalam konteks sosial, ekonomi, atau budaya yang familiar.

Misalnya, novel Supernova karya Dee Lestari menampilkan perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik dalam satu paket: ada unsur ilmiah yang kuat, tapi tetap ada hubungan manusiawi yang realistis. Kalau Anda ingin mendalami contoh lain, baca Review Supernova Dee Lestari: Sains Bertemu Mistisisme – Ulasan Mendalam.

Logika dan Ilmu Pengetahuan: Fakta vs. Fiksi

Fiksi ilmiah menuntut penulis untuk menambahkan elemen ilmiah yang “masuk akal” menurut ilmu pengetahuan saat itu. Meskipun bebas berkreasi, penulis biasanya melakukan riset agar teknologi atau teori yang diangkat terasa kredibel. Contohnya, penggunaan konsep warp drive dalam cerita luar angkasa atau AI yang belajar secara self‑evolving.

Di sisi lain, fiksi realistik tidak memerlukan “bukti ilmiah”. Konflik dan karakter dapat berkembang tanpa melibatkan teknologi canggih. Fokusnya lebih pada psikologi manusia, dinamika sosial, atau peristiwa historis yang dapat diverifikasi.

Tujuan Pesan: Kritik Sosial atau Eksplorasi Futuristik?

Seringkali, fiksi ilmiah menjadi wadah kritikan sosial yang “terbungkus” dalam setting futuristik. Misalnya, 1984 karya George Orwell menggunakan dunia totaliter yang dipadukan dengan teknologi pengawasan untuk mengkritik rezim otoriter. Sementara itu, fiksi realistik menyampaikan pesan melalui pengalaman yang dapat dirasakan pembaca secara langsung—seperti perjuangan seorang mahasiswa dalam sistem pendidikan yang menjemukan.

Kalau Anda penasaran dengan cara penulis menggabungkan elemen kritis dalam cerita, artikel Analisis Tema dan Simbol dalam Karya: Panduan Lengkap & Menyenangkan bisa menjadi referensi bagus.

Karakter dalam Fiksi Ilmiah vs. Fiksi Realistik

Karakter adalah jantung cerita, dan cara mereka dibangun pun mencerminkan perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik. Di fiksi ilmiah, tokoh sering kali memiliki latar belakang ilmiah atau teknologi; mereka mungkin seorang astronaut, ilmuwan, atau bahkan AI. Karakter ini biasanya menghadapi tantangan yang berskala besar—misalnya, menyelamatkan umat manusia dari kehancuran kosmik.

Sementara di fiksi realistik, tokoh biasanya lebih “down‑to‑earth”. Mereka adalah orang biasa dengan keinginan, ketakutan, dan konflik yang sangat manusiawi. Misalnya, seorang ibu yang berjuang menghidupi keluarga di tengah krisis ekonomi.

Pengembangan Karakter: Evolusi vs. Stagnasi

Dalam fiksi ilmiah, evolusi karakter sering dipengaruhi oleh teknologi. Misalnya, seorang pilot yang mengendalikan pesawat luar angkasa belajar mengatasi rasa takut pada ketinggian—yang pada dasarnya adalah metafora untuk mengatasi batasan diri. Di fiksi realistik, evolusi karakter biasanya berakar pada perubahan emosional atau sosial, seperti belajar menerima perbedaan dalam hubungan pribadi.

Plot dan Struktur Cerita: Dari Petualangan Intergalaksi hingga Drama Keluarga

Detail Contoh Plot Cerita Koleksi Nomer 9
Detail Contoh Plot Cerita Koleksi Nomer 9

Plot fiksi ilmiah biasanya menggabungkan elemen petualangan, penemuan, dan konflik skala besar. Cerita dapat melompat dari satu planet ke planet lain, memperkenalkan teknologi baru, hingga menghadirkan dilema moral yang bersifat universal.

Sementara fiksi realistik lebih menekankan pada alur yang bersifat linier atau berlapis, namun tetap terikat pada realitas kehidupan sehari‑hari. Konflik bisa muncul dari percintaan yang rumit, persaingan kerja, atau masalah keluarga.

Struktur Naratif: Eksperimen vs. Konvensional

Penulis fiksi ilmiah sering bermain dengan struktur non‑linear, misalnya dengan memulai cerita dari akhir (flash‑forward) atau menyisipkan catatan ilmiah di sela‑sela narasi. Sedangkan fiksi realistik cenderung mengikuti struktur tiga babak klasik (pengenalan, konflik, resolusi) yang memudahkan pembaca merasakan alur emosional.

Contoh Karya Indonesia yang Menonjolkan Perbedaan Kedua Genre

Fase Sejarah Perkembangan Senirupa Indonesia | DOCX
Fase Sejarah Perkembangan Senirupa Indonesia | DOCX

Berikut beberapa contoh karya yang dapat membantu Anda merasakan perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik dalam konteks literatur Indonesia:

  • Supernova – Dee Lestari (fiksi ilmiah dengan sentuhan filosofi).
  • Negeri 5 Menara – Ahmad Fuadi (fiksi realistik tentang perjuangan pendidikan).
  • Garis Waktu – Fiersa Besari (campuran antara realisme sosial dan unsur futuristik).

Jika Anda ingin mengeksplorasi lebih jauh, jangan lewatkan Membedah Struktur Novel Klasik: Panduan Praktis untuk Penulis dan Pembaca yang memberikan insight tentang bagaimana membangun alur yang kuat, baik dalam fiksi ilmiah maupun realistik.

Bagaimana Memilih Genre yang Tepat untuk Membaca atau Menulis?

Memilih antara fiksi ilmiah dan fiksi realistik pada dasarnya tergantung pada mood dan tujuan Anda. Jika Anda ingin melarikan diri ke dunia yang belum ada, penuh teknologi canggih dan pertanyaan eksistensial tentang masa depan, fiksi ilmiah adalah pilihan tepat. Namun, bila Anda ingin merasakan kedekatan emosional dengan tokoh‑tokoh yang mirip dengan diri Anda, fiksi realistik akan lebih memuaskan.

Tips Memilih Buku Berdasarkan Perbedaan Fiksi Ilmiah dan Fiksi Realistik

  • Periksa sinopsis: Jika kata kunci seperti “planet”, “robot”, atau “teknologi” muncul, kemungkinan besar Anda berada di dunia fiksi ilmiah.
  • Lihat latar waktu: Cerita yang berlatar masa depan atau alternatif biasanya masuk ke fiksi ilmiah.
  • Perhatikan konflik: Jika konflik berpusat pada masalah sosial, keluarga, atau pekerjaan, kemungkinan besar itu fiksi realistik.

Ingat, tidak ada yang salah memilih satu genre saja. Banyak pembaca yang menikmati kombinasi keduanya, seperti novel yang memadukan elemen futuristik dengan masalah sosial kontemporer.

Jadi, apakah Anda lebih suka melayang di antara bintang atau menyelami kehidupan di sudut kota? Tidak peduli pilihan Anda, memahami perbedaan fiksi ilmiah dan fiksi realistik akan membantu Anda menilai apa yang sebenarnya Anda cari dalam sebuah buku. Selamat membaca, menulis, dan menjelajah dunia literatur yang tak terbatas!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top